RSS

Mutual Exclution Dan Dinning Philosopher

19 Mar

Nama   : Muhammad Ja’far S

NRP    : 100411100052

Tugas   : Sistem Operasi

Soal:

  1. Buat paper tentang mutual exclution dan dinning philosopher
  2. Buat program simulasi dinning philosopher
  3. Jelaskan perbedaan proses yang terjadi di windows dan unik




Mutual Exclution

PENDAHULUAN

 

Dalam proses distribusi, kita pasti memerlukan kooordinasi dalam aktifitas kita. Sebuah kumpulan proses yang melakukan share terhadap sumber daya atau sekumpulan sumber daya membutuhkan mutual exclusion sebagai syarat untuk mencegah interferansi dan memastikan dalam pengaksesan sumber daya. Namun hal ini menimbulkan critical section problem pada domain system operasi yaitu bagaimana melakukan share variable dan fasilitas yang disuplay oleh satu local kernel.Untuk lebih jelas lagi, misalnya ada seorang user yang ingin melakukan update pada file text. Untuk memastikan updatean milik user tersebut berjalan dengan konsisten maka hanya boleh dilakukan satu update aja untuk saat itu sehingga dibutuhkan editor lock sebelum melakukan update. System UNIX menyediakan service file locking yang terpisah yang diimplementasikan oleh daemon locked yang berfungsi untuk meng-handle locking request dari client.

 


PEMBAHASAN

 

Dalam proses distribusi, kita pasti memerlukan kooordinasi dalam aktifitas kita. Sebuah

kumpulan proses yang melakukan share terhadap sumber daya atau sekumpulan sumber

daya, membutuhkan mutual exclusion sebagai syarat untuk mencegah interferansi dan memastikan dalam pengaksesan sumber daya. Namun hal ini menimbulkan critical section problem padadomain system operasi yaitu bagaimana melakukan share variable dan fasilitas yang disuplay oleh satu local kernel.

Untuk lebih jelas lagi, misalnya ada seorang user yang ingin melakukan update pada file text. Untuk memastikan updatean milik user tersebut berjalan dengan konsisten maka hanya boleh dilakukan oleh satu update untuk saat itu sehingga dibutuhkan editor lock sebelum melakukan update. System UNIX menyediakan service file locking yang terpisah yang diimplementasikan oleh daemon locked yang berfungsi untuk meng-handle locking request dari client.

A. Algoritma untuk Mutual Exclusion

Persyaratan yang penting untuk mutual exclusion ada tiga. Pertama, hanya satu proses diizinkan untuk dieksekusi dalam critical section. Kedua, request yang masuk dan keluar dari critical section harus berhasil. Pada syarat yang kedua ini maksudnya, tidak terjadi deadlock dan starvation. Deadlock adalah keadaan dimana ada dua atau lebih proses yang masuk kedalam critical section secara bersamaan. Sedangkan starvation adalah penundaan masuknya sebuah proses yang telah di request.

Starvation merupakan sebuah kondisi yang sangat wajar jika terjadi. Wajar jika sebuah proses yang di request tertunda masuk ke critical section, hal ini mungkin disebabkan karena global clocks. Sebelum dilakukan request proses dilakukan penigiriman pesan untuk request masuk ke critical section.

Proses ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Server mengatur Mutual Exclusion Token

 

Selanjutnya, kondisi ketiga yaitu pengroderan yang adil dalam masuk ke critical sections. Sehingga dapat kita evalusi bahwa algoritma untuk mutual exclusion memiliki criteria sebagai berikut :

• Membutuhkan bandwidth untuk proses pengiriman pesan pada tiap kali masuk dan keluar operasi.

• Menimbulkan client delay.

The central server client merupakan cara yang simple agar server bekerja secara adil dalam mengijinkan suatu proses masuk kedalam critical section. Untuk masuk ke critical section, proses harus mengirim request message kepada server dan menunggu balasan dari server. Server membalas message tersebut mengikuti token. Namun jika tidak ada request pada token tersebut selain dari proses itu maka proses itu akan segera diberi replay message.

Ring processing mutual exclusion token

Algoritmanya sebagai berikut :

On inilization :

State := RELEASED;

To Enter Section :

State := WANTED;

Multicast request to all process;

T := request’s timestamp;

Wait until (Number of replies received = (N-1));

State := HELD;

On receipt of a request <Ti,Pi> at Pj (i≠j)

If (State = HELD or (state = WANTED and (T,Pj) < (Ti,Pi)))

Then

Queque request from Pj without replaying;

Else

Replay immediately to Pj;

End if To exit the critical section :

State := RELEASED;

Replay to any quequed request;

REFERENCE

[1] http://ilmukomputer.com/

[2] George Coulouris. Distributed Systems Consepts and Design.


Dining Philosopher

 

 

ABSTRAK

Pada awalnya kebanyakan orang memakai konsep-konsep sinkronisasi yang sederhana yang didukung oleh hardware, seperti pemakaian interrupt atau pemakaian rutin-rutin yang mungkin telah diimplementasi oleh hardware. Pada tahun 1967, Djikstra mengajukan suatu konsep pememakai suatu variable integer untuk menghitung banyaknya proses yang sedang aktif atau yang sedang tidak aktif. Tipe dari variable ini dinamakan semaphore. Kebanyakkan semaphore juga digunakan untuk sinkronisasi dalam komunikasi antar device perangkat. Pada jurnal ini semaphore digunakan untuk menyelesaikan masalah singkronisasi dining philosophers.Dining philosophers tu sendiri adalah situasi dimana 5 philosopher duduk di meja makan untuk makan spageti, setiap philosopher diberi satu piring spageti dan diberi satu sumpit, untuk memakan spageti tersebut dibutuhkan dua sumpit untuk menyelesaikan masalah ini maka variable semaphore ini diterapkan pada setiap sumpit agar sumpit bisa di share ke-philosopher yang lainya.

 


PENDAHULUAN

Sinkronisasi diperlukan untuk menghindari terjadinya ketidak konsistenan data akibat adanya akses data secara konkuren. Akses-akses yang dilakukan secara bersama-sama ke data yang sama, dapat menyebabkan data menjadi tidak konsisten. Konsisten artinya data yang sebenarnya tidak berubah walaupun melalui beberapa proses. Pada tahun 1965, Djikstra menyelesaikan sebuah masalah sinkronisasi yang beliau sebut dengan dining philosophers problem.

Dining Philosophers Problem dapat diilustrasikan sebagai berikut, terdapat lima orang filsuf yang akan makan. Di meja disediakan lima buah sumpit. Jika filsuf lapar betul, maka ia akan mengambil dua buah sumpit, yaitu di tangan kanan dan kiri. Namun adakalanya hanya diambil sumpit satu saja. Jika ada filsuf yang mengambil dua buah sumpit, maka ada filsuf yang harus menunggu sampai sumpit tersebut ditaruh kembali. Di dalam problema ini ada kemungkinan terjadi deadlock, yaitu suatu kondisi dimana dua proses atau lebih tidak dapat meneruskan eksekusinya.

Penulis bermaksud untuk menyelesaikan masalah tersebut, dengan cara merancang suatu

perangkat lunak yang dapat mensimulasikan proses kerja dari problem tersebut sekaligus

mensimulasikan pencegahan masalah deadlock tersebut.

 


PEMBAHASAN

 

Dining Philosophers Problem merupakan salah satu masalah klasik dalam sinkronisasi. Pada tahun 1965, Djikstra menyelesaikan sebuah masalah sinkronisasi yang beliau sebut dengan dining philisophers problem. Dining philosopherss dapat diuraikan sebagai berikut:

Lima orang philosophers duduk mengelilingi sebuah meja bundar. Masing-masing philosophers mempunyai sepiring spageti. Spageti-spageti tersebut sangat licin dan membutuhkan dua sumpit untuk memakannya. Diantara sepiring spageti terdapat satu sumpit, dapat dilihat pada gambar dibawah:

Kehidupan para philosophers terdiri dari dua periode, yaitu makan atau berpikir. Ketika seorang philosophers lapar, philosophers berusaha untuk mendapatkan sumpit kiri dan sumpit kanan sekaligus. Jika sukses dalam mengambil kedua sumpit, philosophers tersebut makan untuk sementara waktu, kemudian meletakkan kedua sumpit dan melanjutkan berpikir. Pertanyaan kuncinya adalah, dapatkah masing-masing philosophers tersebut melakukan prosesnya dengan benar dan tidak pernah mengalami kebuntuan.

ada dua masalah yang di hadapi dining philosopher yaitu :

1. Deadlock

2. Starvation

 

Solusi Dining philosophers

Proses di atas bisa diatasi “jika philosophers dapat saja menunggu sebuah waktu acak sebagai pengganti waktu yang sama setelah tidak dapat mengambil sumpit kiri dan kanan, kesempatan bahwa segala sesuatau akan berlanjut dalam kemandegan untuk beberapa waktu adalah sangat kecil.” Pemikiran seperti itu adalah benar, tapi beberapa aplikasi mengirimkan sebuah solusi yang selalu bekerja dan tidak ada kesalahan.

Sebelum mulai mengambil sumpit, seorang philosophers melakukan DOWN di mutex. Setelah mengambil sumpit philosophers harus melakukan UP di mutex. Dari segi teori, solusi ini cukup memadai. Dari segi praktek, solusi ini tetap memiliki masalah. Hanya ada satu philosophers yang dapat makan spageti dalam berbagai kesempatan. Dengan lima buah sumpit, seharusnya bisa menyaksikan dua orang philosophers makan spageti pada saat bersamaan.

Solusi yang diberikan di atas benar dan juga mengizinkan jumlah maksimum kegiatan paralel untuk sejumlah philosophers yang berubah-ubah ini menggunakan sebuah array state, untuk merekam status seorang philosophers apakah sedang makan (eating), berpikir (think), atau sedang lapar (hungry) karena sedang berusaha mengambil sumpit. Seorang philosophers hanya dapat berstatus makan (eating) jika tidak ada tetangganya yang sedang makan.

Tetangga seorang philosophers didefinisikan oleh LEFT dan RIGHT = 3. Program ini menggunakan sebuah array dari semaphore yang lapar (hungry) dapat ditahan jika sumpit kiri atau kanannya sedang dipakai tetangganya. Catatan bahwa masing-masing proses menjalankan prosedur philosophers sebagai kode utama, tetapi prosedur yang lain seperti

ambil_sumpit, dan test adalah prosedur biasa pada proses-proses yang terpisah.

Pengujian Program

Philosopher diberi nama dari 0 sampai jumlah philosopher dikurangi 1 dan posisi philosopher 0 adalah pada posisi selatan. Philosopher 1 dan seterusnya terletak berlawanan dengan arah jarum jam. Sumpit diberi nama A, B … Huruf ke jumlah philosopher. Dengan sumpit A ada di sebelah kiri philosopher 0, sumpit B dan seterusnya terletak berlawanan dengan arah jarum jam. Untuk mengamati simulasi, tentukan delay yang cukup sehingga perpindahan status dapat diamati dengan jelas (default-nya 100 ms), untuk proses yang lebih lambat delay dapat diisi dengan nilai yang lebih besar sedangkan untuk proses yang lebih cepat, delay dapat diisi dengan nilai yang lebih kecil.

Perhatikan status philosopher warna kuning (lapar). Philosopher akan berganti status menjadi warna pink (makan) jika sumpit sebelah kiri dan sebelah kanan tersedia dan pada

gambar akan terlihat satu persatu sumpit di angkat (dalam gambar tampak menghilang) berurutan sebelah kanan dahulu baru sebelah kiri. Philosopher akan berganti status menjadi warna biru (selesai) jika kedua sumpit telah diletakkan berurutan, yaitu sebelah kanan dahulu baru sebelah kiri. Segera setelah sebuah sumpit diletakkan, philosopher disebelahnya yang statusnya kuning (lapar) dan sumpit sebelah lainnya tersedia akan berubah status menjadi pink (makan) kecuali philosopher di sebelah lainnya statusnya kuning juga. Jika keadaan ini terjadi, maka hanya salah satu philosopher yang akan berubah statusnya, philosopher yang lain akan kembali menunggu sampai kedua sumpit di sebelah kiri dan kanannya tersedia.

Proses berjalan seperti yang diharapakan tidak terjadi Deadlock dan starvation proses tidak mengalami kemandegan (berhenti sebelum waktu proses selesai) dan proses semuanya dilayani. Walaupun proses berjalan dengan benar, ada proses proses yang mengarah ke salah satu kondisi kritis yaitu starvation.


DAFTAR PUSTAKA

[1] B. B. Hariyanto, Sistem Operasi, Bandung, hal. 19 – 32 (1999).

[2] B. Wibowo, A. Setiawan, Baya, A. Budi, Heriyanto, dan M. Rusdi, Sistem Operasi Bahan Kuliah IKI-20230 BAB I, hal. 1-3 (2003).

[3] S. Kusumadewi, “Sistem operasi”, J&J Learning Yogyakarta,hal 51-53 (2000).

[4] A. W. Jatmiko, A. Pratomo, D. Kurniawan, S. Adisasmito, Z. Agni., Sistem Operasi Bahan Kuliah IKI-20230 BAB III, hal. 73-74 (2003).

[5] M. Nasrun, Verifikasi beberapa algoritma penanganan proses untuk penyelesaian masalah mutual exclusion, hal 1 (2003).

[6] I. Agung, A. Khumaidi, Arifulah, A.S. Baihaki, K.F. Christian, Daeli, E. Nugroho, E. Seno, Habrar, H. Sahlan, Sistem Operasi Bahan Kuliah IKI-20230 BAB II, hal. 38-61 (2003).

Program Simulasi Dinning Philosopher

– Source code

/**
 * @author Sylvia Susanto
 * @author V.A.Pragantha
 *
 * Program ini berlisensi GPL
 *
 * Kelas ini membuat sebuah simulasi untuk masalah
 * Dining Philosophers.
 */
public class Dining
{
  public static void main (String args[])
  {
    Semafor sumpit[] =
          {
             new Semafor(1), new Semafor(1),
       new Semafor(1), new Semafor(1)
           };

    Filsuf filsuf[] =
    {
        new Filsuf("Filsuf A", sumpit[0], sumpit[1]),
        new Filsuf("Filsuf B", sumpit[1], sumpit[2]),
        new Filsuf("Filsuf C", sumpit[2], sumpit[3]),
        new Filsuf("Filsuf D", sumpit[3], sumpit[0])
    };

    int i=0;
          while(i< 4)
          {
            filsuf[i].start();
            i++;
          }

  }
}

/**
 *  Kelas ini menggambarkan kegiatan dari setiap filsuf.
 */
class Filsuf extends Thread
{
  public Filsuf(String name, Semafor sumpit1, Semafor sumpit2)
  {
    nama = name;
    setName("Filsuf " + i);
    kiri = sumpit1; kanan = sumpit2;
  }
        /*
         * Method ini dipanggil pada saat Filsuf di start
         */
  public void run()
  {
          int i=0;
          try
          {
      while (true)
      {
        System.out.println(this + " sedang berpikir");
        berpikir();
        System.out.println(this + " lapar");
        makan();
        System.out.println(this + " sudah kenyang");
      }
    }
          catch(Exception e)
          {
            System.out.println(e);
            System.exit(0);
          }

  public void berpikir()
  {
    try
          {
            Thread.sleep((long) (Math.random() * 1000));
          }
    catch (InterruptedException e){}
  }

  public void makan()
  {
    kanan.tunggu();
          System.out.println(" "+nama+" melihat sumpit kanan..ternyata ada..");
    kiri.tunggu();
    System.out.println(" "+nama+" melihat sumpit kiri..ternyata ada..");
          System.out.println(" "+nama+ "sedang makan");
    kanan.sinyal();
          System.out.println(" "+nama+" melepas sumpit kanan");
    kiri.sinyal();
          System.out.println(" "+nama+" melepas sumpit kiri");
  }

  private String nama;
  private Semafor kiri, kanan;
}

/**
 * kelas ini merupakan implementasi semafor.
 * Implementasi ini merupakan modifikasi dari
 * implementasi semafor oleh Silberschatz, Galvin,
 * dan Gagne.
 */
final class Semafor
{
  public Semafor()
  {
    nilai = 0;
  }

  public Semafor(int n)
  {
    nilai = n;
  }

  public synchronized void tunggu()
  {
    nilai--;
    if (nilai < 0)
    {
      try
            {
               wait();
            }
      catch(InterruptedException e)
            {
              System.exit(0);
            }
    }
  }

  public synchronized void sinyal()
  {
    nilai++;
    if (nilai <= 0) notifyAll();
  }

  private int nilai;
}

 

 


PERBEDAAN PROSES YANG TER JADI DI WINDOWS DAN DI UNIX

(LINUX )

Beberapa perbedaan yang ada di Linux dan Windows :

 

USER INTERFACE. Di Windows, kita tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 kita hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Kita sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena kita bias berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan.Di Linux, kita bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat kita sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja kita. Sebagai misal, pada komputer yang lambat kita bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox. Atau jika kita menyukai gaya Mac, kita bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika kita terbiasa di Windows dan memiliki computer yang cukup cepat, kita bisa memilihdesktop KDE. Dengan KDE, kita masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista. Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, kita bisa mengatur sesuai dengan favorit kita.

 

SEKURITI DAN VIRUS. Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering kita temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar. Sekalipun tidak sepenting di Windows, kita tetap bisa menemukan program – program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools >

KlamAV.

 

SPYWARE. Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data kita ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing. Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya. Tidak banyak program spyware yang

menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan pre-instal Firewall untuk melindungi sistem kita dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel. Instalasi dan Kelengkapan Program Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal.

Kalaupun ada mungkin kita hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya. Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux disertai dengan banyak program didalamnya. Setelah diinstal, kita akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program. Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.Dengan waktu instalasi yang hampir sama, kita bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.

 

KONFIGURASI SISTEM. Kita mungkin sering mendengar di Linux kita perlu menyunting file secara manual melalui command line. Sebagian berita ini benar, tetapi dengan PCLINUX Control Center konfigurasi sistem bisa kita lakukan semudah point dan click. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang sudah siap pakai. Sebagai contoh, browser Internet telah disertai dengan sejumlah plug-ins. Tidak perlu men-download dan menginstal plug-ins flash ataupun yang lainnya.

 

HARDWARE SUPPORT. Kita sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.

 

MENANGANI CRASH. Linux secara umum terlihat sebagai sistem operasi yang stabil. Dan jika kita membandingkan Linux dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Windows XP, jika kita mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik akan cukup stabil. Dan seperti halnya dengan Windows, suatu saat kita juga akan menemui masalah di Linux. Sekalipun jarang, tetapi program yang crash atau hang bisa saja terjadi. Ini adalah suatu fakta dari kehidupan di dunia komputer. Sekalipun demikian ada beberapa perbedaan di Windows dan Linux. Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, kita dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan kita dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah. Dan jika sistem grafis yang terkunci, kita bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Kita juga mempunyai pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti kita tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.

 

PARTISI HARDDISK. Linux tidak mengenal penamaan drive C: untuk suatu partisi. Semua drive disatukan dalam suatu sistem penyimpanan yang besar. Folder /mnt merupakan tempat untuk Anda mengakses semua media yang ada di komputer, baik partisi lain, CD-ROM, Floppy, ataupun FlashDisk. Belakangan KDE telah memperudah akses ke media dengan menyediakan sistem Storage Media yang dapat diakses melalui My Computer ataupun file manager Konqueror. Penamaan File Linux menggunakan _/ _

untuk memisahkan folder dan bukannya _\ _ yang biasa digunakan DOS/ Windows.

LINUX BERSIFAT CASE-SENSITIVE. Ini berarti file _Hello.txt _ berbeda dengan file _hello.txt _. Linux juga tidak terlalu memperhatikan ekstensi file. Jika kita mengubah

nama file _Hello.txt _ menjadi _Hello _, Linux masih tetap mengetahui bahwa file ini adalah suatu teks. Dan ketika kita mengklik file _Hello _, Linux secara otomatis tetap akan membuka program editor teks. Kemudahan dan Keamanan kita mungkin sudah mengetahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) kita tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, kita tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan viruspun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya kita tidak banyak mendengar adanya virus di Linux. Itu sebabnya di Linux, kita tidak disarankan menggunakan user Root untuk keperluan sehari-hari. Buatlah minimal 1 user untuk setiap

komputer dan hanya pergunakan Root untuk keperluan administrasi sistem. Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini.

 

DEFRAGMENT. Di Linux kita tidak akan menemukan program untuk mendefrag harddisk. Kita tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani ini secara otomatis. Namun jika harddisk Anda sudah terisi sampai 99%

kita akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan Anda memiliki cukup ruang supaya

Linux menangani sistemnya dan Anda tidak akan pernah mendapatkan masalah deframentasi.

 

SISTEM FILE. Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Kita bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux.Seperti halnya Windows, Linux memiliki beberapa macam file sistem, diantaranya ReiserFS atau Ext3. Sistem ini dalam beberapa hal lebih bagus dari FAT atau NTFS milik Windows karena mengimplementasikan suatu teknik yang disebut journaling. Jurnal ini menyimpan catatan tentang sistem file. Saat sistem Linux crash, kegiatan jurnal akan diselesaikan setelah proses reboot dan semua file di harddisk akan tetap berjalan lancar.

Style Windows Vista di Linux. Ada beberapa aspek di Windows Vista bisa kita tampilkan di Linux, seperti gadget, aero, menu Vista, dan 3D Desktop. PCLinux menyediakan tool untuk menampilkan gadget, aero dan menu Vista. Untuk 3D Desktop, PCLinux saat ini hanya menyediakan versi demonya (untuk pengguna nVidia).Gadget / Karamba Konsep gadget sudah dikenal cukup lama di Linux sebagai Karamba. Gadget atau karamba adalah suatu program kecil yang dijalankan di desktop. Gadget diaktifkan melalui menu Applications > Accessories > SuperKaramba. Jika sudah aktif, SuperKaramba akan muncul di tray pada panel dalam bentuk icon bulat berwarna biru. PCLinux menyediakan berbagai gadet, seperti Calendar, Aero Clock, Info System, Photo Slideshow. RSS SideBar dan Weather / Info Cuaca. Untuk menampilkan gadget ini di desktop, kita cukup melakukannya dengan cara mengklik icon SuperKaramba di tray panel. Pilihlah gadget yang tersedia untuk ditampilkan di desktop. Aero Aero menonjolkan konsep transparansi. Secara default kita sudah bisa menikmati konsep ini pada setiap jendela program yang muncul di layar. Kita akan melihat sisi atau border jendela yang tembus pandang dan menampilkan gambar dari background. Efek transparansi ini tetap terlihat sewaktu kita memindahkan atau menggeser jendela program ke tempat lain.

Tampilan gambar background akan mengikuti posisi dimana jendela program diletakkan.

Menu Vista KBFX menyediakan menu ala Windows Vista. Secara default menu Vista tidak ditampilkan di PCLinux. Kita bisa mengaktifkannya dengan cara mengklik kanan area kosong pada taskbar panel dan kemudian pilihlan Add Applet to Panel. Tariklah scrollbar ke bawah dan pilih KBFX Spinx untuk mengaktifkan menu ala Windows Vista.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Maret 2012 in Kuliah, Sistem Operasi

 

One response to “Mutual Exclution Dan Dinning Philosopher

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: