RSS

modul 2 dan 3

24 Mei

`2.1 Model Relasi Entitas (Entity-Relationship Model)
Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data yang berdasarkan suatu persepsi bahwa di dunia maya terdiri dari object-object dasar yang memiliki hubungan atau relasi dari object-object tersebut. Model Relasi-Entitas atau (Entity Relationship Model) pada hakekatnya perwujudan dari model relasional dalam bentuk diagram, yaitu E-R Diagram. Domain data disebut juga sebagai himpunan entitas, diwakili oleh diagram kotak. Field-data atau atribut diwakili oleh diagram lingkaran atau ellips. Hubungan atau relasi antar domain diwakili oleh jajaran-genjang.
Entity dalam E-R diagram dibedakan menjadi 2 yaitu :
• Strong entity (Entitas kuat) : entitas yang mandiri, yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya.
• Weak entity (entitas lemah) : entitas yang keberadaannya sangat bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya.
Entitas di mana entitas lemah bergantung dinamakan identifying owner. Entitas lemah tidak memiliki identifier sendiri. Secara umum, dalam diagram ER entitas lemah memiliki atribut yang berperan sebagai partial identifier (identifier yang berfungsi secara sebagian).
Set entitas yang sama muncul beberapa kali dalam satu set ER-Diagram harus dihindari disebabkan sebagai berikut.
• Untuk menghindari redundancy
• Menghemat penyimpanan (storage) data
• Mengurangi efektifitas dan kecepatan akses
• Untuk menghindari terjadinya asinkronisasi data pada saat di-update
Participation Constraint (Batasan Partisipasi) ini menentukan apakah keberadaan sebuah entitas tergantung pada hubungannya ke entitas lain melalui jenis relasinya.

Participation Constraint ada 2 yaitu :
• Total constraint adalah constraint yang mana data dalam entitas yang memiliki constraint tersebut terhubung secara penuh ke dalam entitas dari relasinya.
• Constraint partial adalah constraint yang mana data dalam entitas yang memiliki constraint tersebut terhubung ke dalam entitas dari relasinya.
2.2 Derajat Relationship
Derajat Relationship menjelaskan jumlah entity yang terlibat dalam satu relationship.
 Unary Degree (Derajat satu)  hanya satu entity yang terlibat

 Binary Degree (Derajat dua)  menghubungkan dua entity

 Ternary Degree (Derajat tiga)  menghubungkan tiga entity

2.1 Normalisasi
Beberapa pengertian mengenai normalisasi:
• Istilah Normalisasi berasal dan E. F.Codd, salah seorang perintis teknologi basis data. selain dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan struktur tabel 9 relasi clalam basis data (dengan tujuan utnuk mengurangi kernubaziran data), normalisasi terkadang hanya diipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan oleh metodologi lain ( rnisalnya E-R). Normalisasi memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk rnencegah penciptaan struktur tabel yang kurang fleksibel atau mengurangi keflekxibelan.
• Kroenke mendefinisikan normalisasi sebagai proses untuk rnengubah suatu relasi yang merniliki rnasalah tertentu ke dalam dua huah relasi atau lebih yang tida memiliki rnasalah tersebut. Masalah yang dimaksud oleh kroenke ini sering disebut dengan istilah anornali.
• Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data / database, teknik pengelornpokkan atribut dan suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).
• Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki / membangun dengan model data relasional, dan secara umurn lebih tepat dikoneksikan dengan model data logi-ka.
Proses normalisasi adalab proses pengelompokan data ciernen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entIty dan relasinya. Pada proses normalisasi dil-akukan pengujian pada heherapa kondisi apakah ada kesulitan pada saat menam-hah/rnenyisipkan, rnenghapus. mengubah dan rnengakses pada suatu basis data. Bila terdapat kesulitan pada pengujian tersebut maka perlu dipecahkan relasi pada be-berapa tabel lagi atau dengan kata lain perancangan basis data belurn optimal.
Tujuan dari normalisasi itu sendiri adalah untuk menghilangkan kerangka-pan data, mengurangi kompleksitas, dan untuk mempermudah pemodifikasian data.

2.2 Tahapan Normalisasi

Bentuk Tidak Normal
Menghilangkan perulangan group
Bentuk Normal Pertama (1NF)
Menghilangkan ketergantungan
Bentuk Normal Kedua (2NF)
Menghilangkan ketergantungan transitif
Bentuk’Normal Ketiga (3NF)
Menghilangkan anornali-anomali hasil dan ketergantungan fungsional
Bentuk Normal Boyce-Codil (BCNF)
Menghilangkan Ketergantungan Mu/ti wi/ne
Bentuk Normal Keempat (4NF)
Menghilangkan anornali-anomali yang tersisa
Bentuk Normal Kelima
1. Bentuk Normal Kesatu (1 NF / First Normal Form)
Bentuk Bentuk Normal Kesatu rnempunyai ciri yaitu setiap data dihentuk dalam file flat, data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dan fIeld berupa batomic value”. Tidak ada set atribut yang berulang ulang atau atribut bernilai ganda (multi value,). Tiap field hanya satu pengertian. bukan merupakan kumpulan data yang rnempunyai arti mendua. Hanya satu arti saja dan juga bukanlah pecahan kata kata sehingga artinya lain. Atom adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat induknya, bila dipecah lagi maka ia tidak memiliki sifat in-duknya.
Contoh:
Kelas (Kode Kelas, Narna Kelas, Pengajar)
Ini merupakan bentuk 1NF karena tidak ada yang berganda dan tiap atnibut satu
pengetian yang tunggal
contoh data

Mahasiswa yang punya NPM, Nama, Dosen Wali mengikuti 3 mata kuliah. Di smi ada perulangan semester sebanyak 3 kali. BeTituk seperti ini bukaTilah 1NF.

2. Bentuk Normal Kedua (2NF)
Bentuk Normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi krite-ria bentuk Normal Kesatu. Atribut bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama, sehingga untuk membentuk Normal Kedua haruslali sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field harus unik dan dapat niewakili atribut lain yang menjadi anggotanya. Dan contoh relasi rnahasiswa pada bentuk Normal Kesatu. terlihat bahwa kunci utama adalah NPM. Narna Mahasiswa dan Dosen Wali bergantung pada NPM, Tetapi Kode Semester bukanlah fungsi dan Mahasiswa maka file siswa dipecah menjadi 2 relasi yaitu :
Relasi Mahasiswa

3. Bentuk Normai Ketiga (3NF)
Untuk menjadi bentuk Normal Ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk Normal
Kedua dan semua atribut bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Artinya setiap atribut bukan kunci harus bergantung hanya pada kunci primer secara menyeluruh. Contoh pada bentuk Normal kedua di atas termasuk juga bentuk Normal Ketiga karena seiuruh atribut yang ada di situ bergantung penuh pada kunci primernya.
Boyce-Codd Normal Form (BNCF)
Boyce-Codd Normal Form mernpunyai paksaan yang lebih kuat dan bentuk Normal ketiga. Untuk menjadi BNCF, relasi harus dalarn bentuk Normal Kesatu dan setiap atribut dipaksa bergantung pada fungsi pada atribut super key.
Pada contoh dibawah ini terdapat relasi Seminar, Kunci Primer adalah NPM +
Seminar. Siswa boich mengambil satu atau dua seminar. Setiap seminar membu-tuhkan 2 pembimbing dan setiap siswa dihimbing oleh salah satu diantara 2 pembimbing seminar tersebut. Setiap pembimbing hanya holeh mengambil satu seminar saja. pada
contoh ini NPM dan Seminar menunjukkan seorang Pembimbing.
Relasi Seminar

Bentuk Relasi Seminar adalah bentuk Normal Ketiga, tetapi tidak BCNF karena Kode Seminar rnasih bergantung fungsi pada Pembimbing, jika setiap Pembimb-ing dapat mengajar hanya saw seminar. Seminar bergantung pada sam atribut bukan super key seperti yang disayaratakan oleh BCNF. Maka relasi Seminar ha-rus dipecah menjadi dua yaitu:

2.3 Penerapan Bentuk Normalisasi
Proses perancangan basis data dapat dimulai dan dokumen dasar yang dipakai
dalarn sistem sesungguhnya. Kadang-kadang basis data dibentuk dan sistem nyata yang rnernpunyai bentuk rnasih helum menggarnbarkan entitas-entitas secara haik. Sebagai contoh basis data yang dibangun dan daftar faktur pembelian sebagai beri-kut:

Langkah Pertama
Bentuklah menjadi tabel Un-Normalized. dengan mencantumkan semua field data yang ada.

Menuliskan semua data yang akan direkarn. bagian yang doubel tidak perlu ditulis-kan. Terlihat record-record yang tidak lengkap, sulit untuk rnembayangkan bagaimana bentuk record yang harus dibentuk untuk merekam data tersebut.
Langkah Kedua
Ubahlah menjadi bentuk Normal Kesatu dengan memisahkan data pada field-field yang tepat dan bernilai atornik, juga selunih record harus lengkap datanya. Bentuk-file masih flat. Dengan bentuk Normal Kesatu ini telah dapat dibuat satu file dengan 11 field yaitu No faktur, Kode Suplier, Nama Suplier, Kode Barang, Nama Barang, Tanggal, Jatuh Tempo, Quntity, Harga, Jurnlah, Total.

Namun bentuk Normal Kesatu ini rnempunyai banyak kelemahan diantaranya yaitu:
• Penyisipan data
Kode Suplier dan Nama Suplier tidak bisa ditarnbahkan tanpa adanya transaksi
pembelian.
•Penghapusan data
Jika salah satu record dihapus maka semua data yang ada di situ akan terhapus
juga.
• Pengubahan data
Data suplier ditulis berkali-kali (Kode dan Nama). Jika suatu saat terjadi perubahan Nama suplier maka harus mengganti semua record yang ada data supliernya. Bila tidak maka akan teijadi inkonsistensi.
• Redundansi
Field jumlah merupakan redundansi karena setiap harga dikalikan kuantitas hasil-nya adalah jumlah, sehingga field ini dapat dibuang. Bila tidak maka dapat mengakihatkan inkonsistensi jika terjadi penibahan harga.
Langkah Ketiga
Pembentukan Normal Kedua dengan menean field kunci yang dapat dipakai sebagai
patokan daLam pdncarian dan yang mempunyai sifat yang unik. Melihat kondisi dan permasalahn faktur di atas dapat diambil kunci kandidat sbb:
• No faktur
• Kode Suplier
• Kode Barang
Buatlah tiga tabel dengan kunci tersebut, libatlah kebergantungan fungsional fIeld lain terhadap kunci. maka didapatkan tabel sebagai berikut:

Dengan pernecahan seperti di atas maka sebagian dan pertanyaan pengujian pada
benttik normal kesatu yaitu rnasalah penyisipan, penghapusan dan pengubahan dapat dijawab. Data suplier dapat ditarnbahkan kapan saja tanpa harus ada transaksi
pembelian. Namun permasalahan masib ada yaitu pada tabel nota.
• Field Kuantitas dan Harga tidak bergantung peenuh pada kunci primer nomor
nota.ia juga bergantung fungsi pada kode barang. Hal ini disebut sehagai
kebergantungan yang transitif dan hanis dipisahkan dan tabel.
• M = redundansi masih terjadi, yaitu setiap kali satu ¡iota yang terdiri dan 5 macam
barang yang dibeli maka 5 kali pula nota dituliskan ke nomor nota, tanggal ilota,
tempo dan total. ¡ni hams dipisahkan bila terjadi penggandaan tulisan yang
herulang-ulang.
Langkah Ke 4
Bentuk normal ketiga mernpunyai syarat setiap tabel tidak mempunyai field yang
bergantung transitif, harus bergantung penuh pada kunci utama. Maka terbentuklah
tabel sebagai berikut:

Langkah Ke-.5
Pengujian di smi untuk memastikan kebenaran isi tabel dan hubungan antara tabel
tersehut. Ujian hahwa setiap tahel haruslah punya huhungan dengan tabeÍ yang lainnya. Bila tidak ada penghubungan antar table maka dapat dikatakan perancangan untuk membuat satu basis data adalah gagal.

Langkah Ke-6 Relasi Antar tabel
Gambarkan hubungan relasi antar file yang ada sebagai berikut:

Pengertian relasi di atas adalah
• Satu supplier punya banyak nota
• Nota punya relasi dengan suplier bukan sebaliknya suplier punya relasi ter-hadap nota.
• Sam nota punya banyak transaksi barang
• Satu barang teijadi beberapa kali transaksi pembelian barang.

Langkah Ke-7
Permasalahan di atas hanya terbatas pada satu dokurnen Faktur pembelian barang,
padahal pada kenyataannya tentu faktur tersebut rnempunyai dokumen pelengkap
misalnya nota penjualan barang, laporan stok barang. laporan penjualan. laporan
pembelian dan masih banyak ¡agi Íaporan dan dokumen data enty Iainya.
Dengan langkah-langkah perancangan seperti di atas maka diperoleh field-field un-tuk melengkapi tabel-tabel yang ada dalam satu basis data. Misalnya tabel barang dengan berta inbahnya leld yang lain menjadi :

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Mei 2012 in Kuliah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: